"Food Estate" Dilirik 30 Investor

Investasi tanaman pangan skala besar atau Food Estate, di Papua menarik perhatian lebih dari 30 investor. Menurut Menteri Pertanian Suswono, sebagian besar investor tersebut berasal dari dalam negeri.

Mentan Suswono
"Yang pasti perkebunan lebih dari 30 investor. Ini data dari perkebunan. Banyak yang dari dalam negeri. Yang asing sih sejauh ini belum ada," kata Suswono, yang ditemui di sela-sela rapat koordinasi Ketahanan Pangan, di gedung Kementrian bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu ( 3/3/2010 ). Namun, Suswono enggan menyebut secara rinci total investasi yang ditawarkan oleh para investor tersebut. 

Hal ini sekaligus menampik kekhawatiran banyak pihak atas penguasaan asing di proyek Food Estate. Terkait kepemilikan modal, menurut Suswono, investor dari luar negeri harus bekerja sama dengan pengusaha dalam negeri dengan bentuk gabungan atau joint venture dengan penguasaan modal asing tidak boleh lebih dari 49 persen.  

"Jadi tidak benar, karena itu tidak akan dikuasai asing. Asing hanya dibatasi 49 persen rata-rata," sebutnya.
Untuk memuluskan calon investor yang mengincar lahan di Papua, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 /2010 tentang Usaha Budi Daya Tanaman. PP ini menjadi payung hukum program Food Estate. "PP-nya sudah ada. Jadi PP No. 18/2010 tentang Usaha Budi Daya Tanaman. Tetapi orang sering menyebutnya Food Estate," cetusnya. 

Diharapkan, proyek ini siap dibangun dalam waktu satu atau dua bulan kedepan. Hingga kini, pemerintah tengah meggodok masalah tata ruang di wilayah tersebut.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Referensi :
1. http://regional.kompas.com/read/2010/03/03/10474863/30.Investor.Lirik.Food.Estate.

Gambar dari kompas.com

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Diberdayakan oleh Blogger.