Ketahanan Pangan

Ads ---

Event/Seminar

Resep

Buah

Bisnis

Info Terbaru

Asian Agri Pakai Biogas dari Limbah Sawit untuk Hasilkan Listrik

Add Comment
Asian Agri merupakan salah satu perusahaan terbesar dalam bidang persawitan di Indonesia. Oleh karena itu, limbah sawit yang dihasilkan pun tergolong banyak. Melihat hal tersebut, Asian Agri berusaha memanfaatkan limbah tersebut agar bermanfaat lebih, salah satunya yaitu membuat biogas dari limbah tersebut untuk menghasilkan listrik.

Apa Itu Biogas?


Biogas merupakan gas yang dihasilkan oleh aktivitas anaerobik / fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya yaitu limbah domestik (rumah tangga), kotoran manusia dan hewan, sampah biodegradable atau setiap limbah organik (seperti limbah sawit) yang biodegradable dalam kondisi anaerobik.

Pembangkit Listrik Bertenaga Biogas


Saat ini, Asian Agri sudah mengoperasikan 5 pembangkit listrik bertenaga biogas yang menghasilkan total energi listrik sekitar 6 MW (megawatt). Kelima pembangkit listrik tersebut berada di Sumatera Utara (2 unit), Riau (2 unit) dan 1 unit di Jambi. Berdasarkan rencana jangka panjang Asian Agri, ke depannya perusahaan akan membangun 20 pembangkit listrik tenaga biogas (PLTB) yang menghasilkan 40 MW sampai tahun 2020.

Asian Agri Pakai Biogas dari Limbah Sawit untuk Hasilkan Listrik
via www.infobisnis.id


Baca Juga : Indonesia Belajar ke Thailand

Cara Pembuatan Biogas dari Limbah Sawit


Bahan baku biogas ini berasal dari limbah pabrik sawit. Limbah sawit ini letaknya dekat dengan instalasi pembangkit listrik. Limbah pabrik tersebut dialirkan dengan pipa, lalu dilakukan penyaringan sebelum dimasukkan ke dalam sebuah tabung besar. Setelah masuk ke dalam tabung besar, limbah tersebut dipanasi pada suhu 52-55 derajat celcius untuk menghasilkan biogas. Biogas tersebut kemudian dialirkan ke pembangkit listrik untuk menggerakkan turbin yang akan menghasilkan listrik sekitar 1,2 megawatt (MW). Listrik tersebut digunakan untuk operasional pabrik sawit.

Asian Agri Pakai Biogas dari Limbah Sawit untuk Hasilkan Listrik
via www.musimmas.co.id



*referensi : Beritasatu.com

Indonesia Belajar Persawahan ke Thailand

Add Comment
Thailand merupakan salah satu negara yang memiliki industri pertanian yang baik, salah satunya yaitu persawahan padi. Luas persawahan untuk padi di Thailand sudah mencapai 9 juta hektar (ha) dan jumlah kepemilikan sawah per kepala keluarga (kk) mencapai 3 hektar (ha), sedangkan di Indonesia, luas area persawahan untuk padi mencapai 13-14 juta hektar dan jumlah kepemilikan sawah per kepala keluarga (kk) sekitar 0,3 hektar (ha). Walaupun luas sawah Indonesia 1,5 kali lipat dari luas sawah Thailand, namun luas tersebut masih kalah dengan Thailand karena Indonesia menyediakan beras untuk 240 juta jiwa. Oleh karena itu, tepat kiranya Indonesia belajar ke Thailand mengenai areal persawahan ini untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Indonesia Belajar Persawahan ke Thailand

Luas Lahan Pertanian Indonesia Kalah dari Thailand

Indonesia juga kalah dalam hal luas lahan pertanian secara keseluruhan. Luas lahan pertanian Indonesia sebesar 7,75 juta ha dengan populasi 240 juta orang, sedangkan Thailand sebesar 31,84 juta ha dengan populasi 61 juta orang. Hal inilah yang menyebabkan impor beras oleh Indonesia masih tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selama ini, Indonesia mengimpor beras dari Kamboja, Vietnam dan Thailand.

Salah satu solusi untuk membuat areal persawahan bertambah luas, yaitu dengan membangun bendungan lebih banyak lagi. Jika hal tersebut terwujud, Indonesia dapat mewujudkan kedaulatan pangan dan tidak perlu lagi impor beras.

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan

Add Comment
Indonesia yang terdiri dari beberapa pulau, memiliki ciri khas masing-masing, baik budayanya, fauna maupun hasil alamnya. Salah satu hasil alam yang memiliki ciri khas masing-masing di tiap daerah yaitu buah. Pulau Kalimantan merupakan salah satu daerah yang banyak terdapat aneka buah, baik langka maupun sering ada.

Buah Langka Wanyi dari Kalimantan

Salah satu buah yang hanya ada di Kalimantan dan tergolong langka adalah buah Wanyi. Pada tahun 80-an dan 90-an, buah ini sering dijumpai di pasar-pasar, namun seiring bertambahnya tahun, buah wanyi saat ini sudah jarang ditemui. Menurut orang-orang Kalimantan, buah ini bisa berbuah 1 tahun sekali bahkan ada yang bilang bisa sampai 3 tahun sekali. *Langka banget yah...

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan


Karakteristik Buah Wanyi

Seperti apa sih buah Wanyi itu? Berikut ini karakteristik dari buah langka Wanyi :
1. Bentuknya lonjong dan tekstur dagingnya mirip mangga
2. Aromanya nyengat seperti aroma nangka
3. Rasa buahnya manis asam
4. Daging buah berwarna putih
5. Biji buahnya besar, sehingga daging buahnya tidak terlalu banyak
6. Jika matang, buah tetap berwarna hijau
7. Pohon dari buah Wanyi lumayan besar dengan tinggi kurang lebih 12 meter dan daunnya lancip serta lebat

Baca Juga : Apa itu IPB Science Techno Park?

Foto - Foto Buah Langka Wanyi


Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan
sumber foto dari niwira.blogspot.co.id

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan

Buah Wanyi, Buah Langka dari Kalimantan

Manfaat dan Bahaya Buah Wanyi

Buah wanyi ini memiliki manfaat dalam memperlancar pencernaan karena buah Wanyi memiliki serat yang banyak. Selain bermanfaat, ada hal yang perlu diwaspadai, yaitu getah pohon buah tersebut, karena jika terkena getahnya makan akan mengalami gatal-gatal.



Referensi :
http://winarmo.com/2012/01/28/buah-wanyi/
http://www.lingkarmerah.com/2010/12/buah-unik-dan-langka-dari-kalimantan.html
http://niwira.blogspot.co.id/2012/01/menikmati-buah-wanyi.html

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

Add Comment
Institut Pertanian Bogor (IPB), salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang fokus pada bidang pertanian dan pangan, kembali menelurkan inovasi baru. Inovasi tersebut yaitu membangun kawasan pengembangan inovasi dalam bidang pertanian, pangan dan biosains termaju di Indonesia yang diberi nama IPB Science Techno Park. Menurut Direktur IPB Science Techno Park, Meika Syahbana Rusli, diharapkan Science Techno Park tersebut akan menjadi yang paling produktif dan terkemuka di Asia Tenggara.

IPB Science Techno Park


Ada apa saja sih di IPB Science Techno Park? Berdasarkan keterangan yang dipublish oleh IPB, kawasan tersebut akan dibangun Sharing Laboratory Building and Facility, Sharing Pilot Plant Area and Facility, Multi Tenant Building, Edutaiment dan Galeri Inovasi IPB. Selain itu juga akan dibangun Training and Meeting Center, Research Center, Guest House and Restaurant, Park Management, Ruang Terbuka Hijau, Parking Area serta fasilitas pendukung lainnya yang akan memanjakan para inovator.

Baca Juga : Tim UGM Jadi Finalis Ajang Internasional

Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor


Berikut ini beberapa gambar yang memberikan informasi secara rinci mengenai apa itu IPB Science Techno Park dan apa saja yang sudah dilakukan dan apa saja yang sudah dihasilkan oleh kawasan Science Techno Park tersebut.

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park - Kawasan Inovasi Pertanian, Pangan & Biosains di Bogor

IPB Science Techno Park, salah satu aset negeri dalam bidang inovasi pertanian, pangan dan biosains.

Tim UGM Jadi Finalis Tantangan Inovasi Pangan Internasional YSEALI

Add Comment
Indonesia melalui mahasiswa UGM (Universitas Gajah Mada) berhasil menjadi finalis dalam Tantangan Inovasi Pangan Internasional yang diselenggarakan oleh Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dan USAID (Badan Pembangunan Internasional AS). Ajang tersebut diadakan untuk mencari solusi teknologi dan dapat mengatasi tantangan di bidang pertanian, akuakultur, dan perikanan.

Tim UGM Jadi Finalis Tantangan Inovasi Pangan Internasional YSEALI

Dikutip dari Liputan6.com, tim UGM yang diberi nama MINO Microbubbles bersama 2 tim dari Malaysia dan Kamboja berhasil mengungguli lebih dari 200 tim mahasiswa dari beberapa negara lainnya. Ketiga finalis tersebut akan mempresentasikan karyanya di Pertemuan Para Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di negara-negara anggota ASEAN pada tanggal 28 Oktober 2016 dan akan menjadi penentuan siapa yang memenangkan ajang Tantangan Inovasi Pangan Internasional ini.

Tim UGM Jadi Finalis Tantangan Inovasi Pangan Internasional YSEALI

Baca Juga : Bisnis Pangan Pokok 

MINO Microbubbles UGM menawarkan teknologi pengolahan air yang dapat meningkatkan hasil panen ikan nila. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang telah dilakukan, perlakuan terhadap air telah membantu menghasilkan ikan nila yang lebih berat dan mempersingkat waktu panen ikan dari rata-rata 2 kali menjadi 3 kali setahun atau secara rata-rata dapat mempersingkat waktu panen hingga 62 persen. Hal tersebut akan meningkatkan pendapatan para peternak ikan nila dan juga ketahanan pangan akan meningkat pula. Setelah pengembangan, bisa saja teknologi ini diterapkan dalam budidaya ikan yang lainnya.


Tim UGM Jadi Finalis Tantangan Inovasi Pangan Internasional YSEALI

Semoga menginspirasi........

Diberdayakan oleh Blogger.
Ads ---

Undang-Undang Pangan